Tentang Kami

Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia

Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia atau yang bisa disebut juga Gerakan Sejuta Tes Antigen adalah sebuah gerakan sosial atas akses terhadap alat tes swab antigen yang murah dan menjangkau masyarakat lebih luas. Gerakan ini menghimpun dana yang dikumpulkan melalui saluran donasi yang tersedia. Gerakan Sejuta Tes diinisiasi oleh individu-individu dari berbagai latar profesi.

Inisiator

Adi Rahman Adiwoso

Ilmuwan

Ia penggagas satelit telekomunikasi Garuda 1, sebuah satelit yang meng-orbit setinggi 36 ribu kilometer di atas permukaan bumi. Dengan bantuan berbagai pihak dan timnya di PT. Pasifik Satelit Nusantara yang ia didirkan tahun 1991, Garuda 1 beroperasi dengan sukses. Tahun 2018 Ia dianugerahi Penghargaan Seumur Hidup dari Dewan Komunikasi se-Asia Pasifik.

Ahmad Mustofa Bisri

Budayawan

Ia akrab disapa Gus Mus, dibesarkan dalam lingkunagn Nahdlatul Ulama, pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Al Azhar Cairo (Mesir, 1964-1970). Ia penulis Tafsir al-ibris yang mahsyur, menerjemahkan kitab-kitab klasik berbahasa Arab menjadi bacaan indah sekaligus mudah dipahami. Di luar rutinitas sebagai ulama dan mengurus pondok pesantrennya, ia sudah menerbitkan belasan buku nonfiksi maupun fiksi.

Akmal Taher

Dokter

Sebagai spesialis urologi, ia perintis uro-andrologi modern, baik di bidang disfungsi ereksi maupun penanganan infertilitas. Tahun 1988 ia melanjutkan pendidikan S2 di almamaternya, UI, Spesialis Urologi. Dua tahun berselang ia diutus menjadi peneliti di Hannover Medical School and Institute for Peptide Research, Jerman. Di Hannover, ia juga menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Tahun 2006 ia dikukuhkan sebagai guru besar Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia setelah dua tahun sebelumnya mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 tahun.

Anak Agung Gede Ariawan

Position or Job Title

A short bio with personal history, key achievements, or an interesting fact.

Ananda Sukarlan

Pianis

Ananda Sukarlan adalah seorang pianis dan komponis yang menurut The Sydney Morning Herald sebagai “one of the world’s leading pianists … at the forefront of championing new piano music.” Ia menerima Dharma Cipta Karsa RI 2014 dan Anugerah Kebudayaan RI 2015. Tahun ini ia dilantik sebagai Presiden Dewan Juri Queen Sofia Prize di Spanyol, penghargaan tertinggi musik klasik di Eropa. Ananda Sukarlan menjadi satu-satunya musisi Indonesia yang masuk dalam buku “The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century”. Ia aktif dan dapat dihubungi melalui akun Instagram dan Twitter @anandasukarlan.

Anita A. Wahid

Publik Figur

Anita Wahid adalah putri ketiga dari Presiden keempat Gus Dur. Ia sekarang menjadi Direktur Eksekutif di Wahid Institut. Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam Jaringan Gusdurian, Anggota Perempuan Anti Korupsi Indonesia, dan juga menjabat jadi Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Pertengahan September lalu, Anita Wahid didapuk menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Keamanan TikTok Asia Pasifik. Seluruh aktivitas Anita Wahid ini tidak lain untuk memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keberagaman seperti yang diperjungkan sang Ayah.

Arief T. Surowidjojo

Advokat

Arief Surowidjojo adalah salah satu pendiri dan pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, dan baru-baru ini diangkat menjadi Ketua STH Jentera periode 2020-2024. Ia juga salah satu pendiri dan Senior Partner di firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo. Arief menyelesaikan program Master of Laws dalam International Business Transaction, Asian Law Program di University of Washington, Amerika Serikat pada 1984. Di samping segala kegiatannya dalam dunia praktik hukum, ia juga mendirikan Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (YSHK), sebuah yayasan yang telah melahirkan Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK), Hukumonline.com, dan Perpustakaan Daniel S. Lev.

Arifin Panigoro

Pengusaha

Arifin Panigoro adalah pendiri dan pemilik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi swasta terbesar di Indonesia. Alumni Jurusan Elektro, Institut Teknologi Bandung pada 1973 ini melanjutkan pendidikan Senior Executive Programme Institute of Business Administration di Fontainebleau, Prancis (1979). Pada 2019 namanya tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-45 versi majalah Forbes. Selain dikenal sebagai pengusaha, ia kini juga aktif sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.

Atika Makarim

Aktivis

Atika Makarim lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 21 Maret 1945. Ia menamatkan pendidikan dan mendapatkan gelar Master of Education di Harvard University, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri majalah Femina, dan aktif dalam gerakan anti-korupsi, pluralisme, dan berbagai kegiatan lain. Saat ini, ia menjabat Bendahara Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA).

Boediono

Mantan Wakil Presiden Indonesia

Boediono adalah Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (2008-2009), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (2005-2008), Menteri Keuangan Indonesia (2001-2004) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (1998-1999). Ia mendapatkan gelar Master of Economics dari Universitas Monash, Australia, dan gelar doktor (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania pada 1979. Ia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana pada 1999 dan Distinguished International Alumnus Award dari University of Western Australia pada 2007.

Betti Alisjahbana Sejutates

Betti Alisjahbana

Konsultan

Telah menggeluti dunia Teknologi Informasi dan Manajemen selama lebih dari 25 tahun. Selama periode 2000-2008 ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT IBM (International Business Machines Corporation) Indonesia, sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Kini ia menjadi komisaris independen di beberapa perusahaan di Indonesia.

Emil Salim

Pakar Ekonomi

Emil Salim adalah intelektual publik dan ahli ekonomi kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930. Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (1958) ini meraih gelar MA (1961) dan Ph.d (1968) Ekonomi dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Ia pernah menjadi Ketua Komisi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan pada 2000-2002. Untuk semua kontribusinya, ia telah banyak meraih penghargaan, beberapa di antaranya adalah Golden ARK (Commandeur) of Netherland (1982), Paul Getty Award, Amerika Serikat (1990), Zayed International Prize for the Environment dari Uni Emirat Arab (2006), Blue Planet Prize Award dari The ASAHI Glass Foundation of Japan (2006) dan masih banyak lagi.

Edriartono Sutarto

(Purn) Tentara

Lulusan AKABRI tahun 1971 memuncaki karir militernya sebagai Panglima TNI tahun 2002 sampai 2006. Di bawah kepemimnannya, ketika pemilu 2004 berlangsung, dengan tegas ia menjaga netralitas TNI. Tak hanya itu, ketika berbagai kasus yang bermaksud melemahkan kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terjadi, ia berada dibarisan pembela KPK. Di luar urusan politik kenegaraan, ia aktif sebagai Ketua Umum 7 Summits Expedition Wanadri, Pembina Gerakan Indonesia Mengajar, dan Pembina Yayasan Indonesia Setara. Sebagai seorang negarawan, ia mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya ia dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana.

Erry Riyana Hardjapamekas

Tokoh Pemberantasan Korupsi

Erry Riyana Hardjapamekas adalah tokoh pendidikan dan antikorupsi dari Jawa Barat. Alumni Ekonomi Akuntansi, Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini sangat dikenal sebagai salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003-2007. Beberapa kali ia juga dipercaya menjadi Komisioner dan Direktur di perusahaan seperti PT. Timah Tbk dan PT. Tambang Batubara Bukit Asam. Ia pernah mendapat tanda jasa dari Presiden RI atas dedikasi dan prestasinya dalam mengembangkan industri pertambangan di Indonesia, yaitu Satyalancana Pembangunan pada 1996 dan Bintang Jasa Utama pada 1997. Selain itu, ia juga memperoleh penghargaan “Bung Hatta Anti Corruption Award” pada 2003 untuk Kategori Bisnis.

Goenawan Mohamad

Sastrawan

Goenawan Mohamad adalah penulis dan intelektual publik yang mengalami pergulatan pemikiran di Indonesia pada era 1960-an, era reformasi, sampai hari ini. Ia dikenal sebagai penulis Catatan Pinggir, esai-esai pendek yang terbit setiap pekan di majalah Tempo dan telah dibukukan dalam 13 jilid. Beberapa bukunya antara lain Kekuasaan dan Kesusastraan (esai, 1993), Setelah Revolusi Tak Ada Lagi (esai, 2001), sampai yang terbaru Majenun dan Sayid Hamid (esai), Surti + Tiga Sawunggaling (novel) dan Tigris (puisi). Kini ia juga berkarya sebagai perupa dan telah mengadakan sejumlah pameran tunggal maupun bersama di Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Bali.

R. Hario Soeprobo

Praktisi Ekonomi

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan memulai karirnya sebagai Account Officer di Bank Niaga dengan jabatan terakhir sebagai Investment Banking Group Head pada bank yang sama. Ia seorang profesional dibidang investasi, mulai dari pertengahan tahun 90-an sampai sekarang. Dari tahun 1995 sampai 2003 ia menjabat sebagai Presiden Direktur di PT. Bahana TCW Investment Management dan juga Managing Director dari PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebelum menjabat sebagai Presiden Direktur PT. First State Investment Indonesia dari tahun 2003 hingga 2017. Saat ini, ia menjabat sebagai komisaris dan anggota Komite Investasi PT. Sequis Aset Manajemen dan Managing Director di PT. Medco Daya Abadi Lestari.

Henny Supolo

Praktisi Pendidikan

Henny Supolo Sitepu lahir di Kediri, Jawa Timur, 16 September 1954. Usai meraih gelar Sarjana Sastra Inggris (1979) dari Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (UI), ia melanjutkan pendidikan ke School Organization Course (1989), Western Australia University, Australia; memperoleh Master of Arts (1995) bidang Kurikulum dan Pengajaran dari Michigan State University, Amerika Serikat; serta berbagai topik kebutuhan khusus (2009-2010) pada College of Allied Educators, Jakarta. Ia juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru (YCG), sebuah organisasi yang banyak membantu penetapan pola pelatihan pengelolaan kelas, serta merancang berbagai kegiatan guru untuk mengembangkan wawasan keragaman dan kebangsaan.

Ipung Kurnia

Pengusaha

Ipung Kurnia adalah putra tertua dari Pendiri PT. Hero Supermarket. Ipung menjadi Presiden Direktur perusahaan keluarganya sejak 1992. Ia memperoleh gelar sarjana marketing dari Universitas Simon Fraser, Kanada (1986), gelar master di bidang bisnis dan keuangan dari Universitas City, Kanada (1988), dan tahun 1999 ia mengikuti Advanced Management Program di Harvard Business School, Boston, AS. Saat krisis moneter terjadi akhir 90-an, ia melakukan kerjasama dengan perusahaan ritel asal Hongkong: Diary Farm. Melalui Diary Farm itu, Hero diberikan hak untuk membuka waralaba asal Swedia yang paling terkemuka, IKEA, di Indonesia tahun 2014. Sebagai pengusaha yang mumpuni dibidang ritel, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

Jay Subiyakto

Sutradara

Jay Subiyakto adalah seniman lintas disiplin. Ia aktif sebagai sutradara film dan seni pertunjukan, fotografer, produser hingga penata artistik. Ia menyutradarai pertunjukan Gandari (2015) yang tampil di Frankfurt Lab, Jerman; sebagai penata artistik dalam Ariah (2013) di Monumen Nasional, Jakarta; dan sendratari Matah Ati (2010) di Teater Jakarta dan Esplanade, Singapura. Ia pernah terpilih sebagai Tokoh Seni 2011 pilihan Majalah Tempo pada 2012. Film termutakhirnya adalah Banda, the Dark Forgotten Trail, meraih Piala Maya untuk Film Dokumenter Panjang Terpilih 2017 dan mendapatkan nominasi Piala Citra 2017 untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Joko Anwar

Sutradara

Joko Anwar adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film. Beberapa karyanya antara lain Janji Joni (2005), film peraih box office terbesar pada tahun tersebut dan memenangkan “Best Movie” di MTV. Majalah film terkemuka dari Inggris, Sight & Sound, memberi pujian kepadanya sebagai “salah satu sutradara tercerdas di Asia. Karya-karyanya kerap diikutsertakan dalam ajang festival film mancanegara, sebut saja Venice Film Festival, Toronto International Film Festival, Sydney Film Festival, Busan International Film Festival, Puchon International Fantastic Film Festival, International Film Festival Rotterdam, dan New York Asian Film Festival.

Kemal Aziz Stamboel

Konsultan

Selama 25 tahun kemal bekerja sebagai Presiden Direktur di PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia dan Country Leader di IBM Consulting Indonesia. Ia juga sempat aktif menjadi Anggota Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh – Nias pasca bencana Tsunami tahun 2004. Kini ia menjadi komisaris independen di beberapa perusahaan di Indonesia.

Kuntoro Mangkusubroto

Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia

Kuntoro Mangkusubroto adalah Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) periode 2009-2014. Alumni Teknik Industri (S1) Institut Teknologi Bandung ini memperoleh gelar Master dari Universitas Stanford dan PhD dari Institut Teknologi Bandung. Ia juga pernah beraktivitas di sektor energi dan sumber daya alam, serta pernah menjadi Kepala Badan Pelaksana-Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pada 2005-2009.

Lola Amaria

Produser Film

Lola Amaria adalah seorang artis, sutradara dan produser film kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977. Ia memulai karir sebagai model majalah Femina pada 1997 dan aktif pertama kali di dunia akting dalam film Ca-bau-kan (2002). Ia mulai menyutradarai dan memproduseri film sendiri yaitu Betina (2006), disusul Minggu Pagi di Victoria Park (2009) yang mendapat nominasi dan sejumlah penghargaan di berbagai festival. Selain itu ia juga terlibat dalam film Kisah 3 Titik (2013), Negeri Tanpa Telinga (2014), Inerie (2014), Jingga (2016), Labuan Hati (2017), Lima (2018) dan yang terbaru 6,9 Detik (2019), autobiografi tentang pemanjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018.

Lukman Hakim

Mantan Menteri Agama

Lukman Hakim Saifuddin adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kelahiran Jakarta, 25 November 1962. Ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta pada 1990. Ia adalah mantan Menteri Agama Indonesia, menjabat sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II dan kembali menjadi menteri di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014. Ia pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI Periode 2009–2014, dan beberapa kali menjadi anggota DPR RI.

Muki Hamami

Pengusaha

Anak ke-3 dari pendiri Trakindo Utama, memiliki nama asli Rachmat Mulyana Hamami. Ia melanjutkan pendidikan di Inggris dari SMA sampai lulus di University of Bringhton, Sussex. Lulus dari situ, dia tidak langsung kembali ke Indonesia, dia bekerja di Barclay’s bank: Standar Chartered Bank, lalu bekerja di Caterpillar di Inggris dan Kanada. Sekembalinya ke Indonesia, dia langsung ikut mengelola bisnis ayahnya. Karena sekolah dan pernah bekerja di luar negeri, ia datang dengan paradigma yang lebih baru dan modern bagi manajemen perusahaan di grup Trankindo. Kini ia menjabat sebagai Direktur Utama di holding perusahaan PT. Tiara Marga Trakindo.

Natalia Soebagjo

Tokoh Pemberantasan Korupsi

Natalia Soebagjo adalah Anggota Dewan Transparency International dan Ketua Dewan Eksekutif Transparency International Indonesia sejak 2011. Ia juga memiliki dan mengelola dua perusahaan sekuritas, berpengalaman di bidang keuangan dan pasar modal, serta konsultasi dan media. Ia adalah pembicara di World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia) dan menjabat sebagai anggota dewan Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award, serta anggota Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional.

Nia Dinata

Sutradara

Nia Dinata dikenal sebagai seorang produser dan sutradara film kelahiran Jakarta, 4 Maret 1969. Ia menempuh pendidikan di College, Elizabethtown, Pennsylvania, Amerika Serikat (1992), dan Sekolah Film Program NYU Tisch School of Art, Amerika Serikat (1993). Ia memproduseri film Janji Joni (2005), Tanah Mama (2015), dan masih banyak lagi. Film termutakhir yang ia sutradarai adalah Ini Kisah Tiga Dara (2016), film yang mendapatkan nominasi dan penghargaan dari festival-festival film di Indonesia.

Olga Lidya

Presenter

Olga Lydia adalah seorang produser, model, presenter dan artis kelahiran Jakarta, 04 Desember 1976. Ia lulus dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan, Bandung pada tahun 1994. Ia telah bermain di banyak film, beberapa di antaranya adalah Soegija (2012), Ngenest (2015) dan Ave Maryam (2018). Ia juga pernah menyutradarai Rectoverso (2013). Selain itu ia juga dikenal sebagai duta Pulau Komodo, yang mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia.

Pandu Riono

Pakar Epidemiologi

Pandu Riono adalah ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Departemen Biostatistik dan Kependudukan. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, menerima gelar Master Biostatistik dari University of Pittsburgh, dan menerima Fogarty Fellowship untuk menyelesaikan PhD di UCLA, 2001. Saat ini ia aktif terlibat dalam isu-isu penyakit menular, penelitian dan pengawasan penyakit pandemi, metode epidemiologi kuantitatif dan pemodelan epidemi, bias analysis dan bayesian methods.

Philia Wibowo

Konsultan

Lebih dari 15 tahun sebagai konsultan yang menggeluti bidang telekomunikasi, sektor publik, pendidikan, dan infrastruktur. Ia menjadi konsultan wanita pertama di Indonesia untuk McKinsey & Company tahun 1998, dan saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur McKinsey & Company Indonesia. Phillia juga salah satu pendiri Yayasan Young Leader for Indonesia yang bertujun untuk menciptakan kader-kader pemimpin muda dari Indonesia yang berintegritas dan berkelas dunia.

Rizal Mallarangeng

Politisi

Rizal Mallarangeng adalah politikus, intelektual publik dan penulis. Alumni Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada ini mendapatkan beasiswa Fulbright untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 dalam bidang ilmu politik di Ohio State University, Amerika Serikat. Ia juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Freedom Institute, dan pernah menjadi Redaktur Khusus dan pengasuh program Save Our Nation di Metro TV. Ia telah menulis sejumlah buku tentang politik dan ekonomi: Mendobrak Sentralisme Ekonomi: Indonesia 1986-1992 (2002), Dari Langit: Kumpulan Esai tentang Manusia, Masyarakat, dan Kekuasaan (2008), Pers Orde Baru: Tinjauan Isi Kompas dan Suara Karya (2010), Dari Jokowi ke Harari: Kumpulan Esai tentang Politik, Ilmu, dan Masa Depan (2019).

Raoul Oberman

Konsultan

Raoul Oberman lahir dan besar di Jerman, saat ini bermukim di Indonesia. Ia sudah 23 tahun bersama McKinsey dan telah bekerja di Asia Utar, Eropa, dan Timur Tengah. Tiga tahun terakhir Raoul memimpin operasional McKinsey di Indonesia. Raoul juga dikenal sebagai pendiri platform digital Artemis Impact. Sebuah platform sosial-teknologi yang mengukur dampak dari suatu program sosial perusahaan bisa tepat sasaran.

Sarwono Kusumaatmadja

Intelektual Publik

Ia adalah politisi senior Golkar, pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinam Pusat partai. Kiprahnya sebagai anggota DPR RI dimulai dari tahun 1971 – 1988. Selepas menjadi anggota DPR, ia diberi mandat menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998). Di periode kepemimpinan presiden Gus Dur, ia dipercayakan sebagai Menteri Eksplorasi Kelautan. Karir politiknya tidak lepas dari aktivismenya sejak mahasiswa era 1960-an, ketika itu ia menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa di Kampusnya, Institut Teknologi Bandung dan aktif di satu klub studi mahasiswa: 10 November. Sekarang ia Komisaris Utama di Dewan Komisaris PT. Energy Management Indonesia (Persero)..

Sigit Pramono

Praktisi Ekonomi

Sigit Pramono adalah seorang ekonom dan bankir kelahiran Batang, Jawa Tengah, 14 November 1958. Ia memperoleh Master of Business Administration bisnis Internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta pada 1995. Pendidikan lainnya yang pernah diikuti adalah Syndicated Loan di Singapura (1997), Leasing di Leasing School in Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat (1990) dan International Treasury Management Program di Singapura (1985). Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur BII (2002–2003) dan Direktur Utama BNI (2003-2005, 2005-2008).

Sudhamek Agung WS

Pengusaha

Sudhamek Agung WS dikenal sebagai Chairman GarudaFood Group. Ia adalah anggota Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila (2017-sekarang) dan anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (2016-sekarang). Selain itu ia juga dikenal sebagai pendiri dan pengurus The Indonesian Pluralism Institute (IPI), pendiri The Indonesian Conference on Religion and Peace Institute (ICRP), Dewan Pembina Global Sevilla Puri Indah and Global Sevilla Pulo Mas, Ketua Dewan Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan anggota Dewan Pertimbangan Apindo.

Syakieb Sungkar

Profesional

Syakieb Sungkar adalah seorang sales direktur PT. Axis Telekom Indonesia dan mantan Direktur Sales PT. Indosat. Ia juga dikenal sebagai kolektor lukisan dan sekarang sudah memulai untuk melukis. Karyanya beberapa sudah dipajang di Salihara. Perjumpaannya pertama kali yang berkesan melalui karya Pablo Picasso dan Salvador Dali. Selain itu, ia juga tertarik dengan dunia filsafat, dan saat ini menempuh pendidikan di STF Driyarkara Jakarta.

Toeti Heraty Roosseno

Intelektual Publik/Penulis

Toeti Heraty Rooeseno adalah penulis, tokoh perempuan dan guru besar filsafat kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 November 1933. Pada 1979, ia lulus sebagai Doktor Filsafat dari Universitas Indonesia dan pada 1994, ia dikukuhkan menjadi Guru Besar Luar Biasa pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia dikenal atas tulisan-tulisan dan pemikirannya yang penting tentang wacana keperempuanan. Di samping itu ia juga pendiri Jurnal Perempuan dan mengabdikan dirinya pada Suara Ibu Peduli, suatu organisasi yang memperjuangkan pemberdayaan perempuan.

Komite Kerja

Ayo bersama kendalikan wabah.

Komite Kerja

Dikelola oleh: