Gerakan Sejuta Tes Mendistribusikan 25 Ribu Alat Tes Antigen ke Delapan Kabupaten-Kota di Jawa Barat

Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia atau Gerakan Sejuta Tes, yang menghimpun donasi dari masyarakat untuk menyediakan alat tes antigen, telah menyerahkan sebanyak 25 ribu Rapid Diagnostic Test (RDT) antigen ke delapan Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Barat pada 29 April 2021.

“Kegiatan ini sesungguhnya adalah semata apresiasi kepada kerja keras yang telah dilakukan oleh segenap tenaga kesehatan. Juga untuk terus menerus meyakinkan seluruh warga Indoensia bahwa kerja mengendalikan wabah Covdi-19 adalah kerja bersama,” kata Lola Amaria dalam sambutannya mewakili seluruh inisator dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.

Kerjasama dilakukan dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat karena mereka memiliki program Puskesmas Terpadu dan Juara atau Puspa. Program itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetesan dan pelacakan kasus Covid-19.

Selain itu, distribusi antigen juga melihat zonasi penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Barat. Prioritasnya selain berada di sabuk Ibukota DKI Jakarta, daerah itu termasuk kawasan zona merah dan kawasan padat penduduk berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Adapun delapan Kabupaten-Kota yang sudah ditetapkan yakni: Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Sumedang.

Di hari pelaksanaan serah terima, ada tiga lokasi puskesmas yang menyiarkan secara langsung seremoni tersebut: di Puskesmas Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Puskesmas Wanasari kabupaten Bekasi, dan Puskesmas Pasir Angin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pengetesan kepada penduduk setempat menggunakan alat yang sudah diserahkan.

“Pada hari ini kami sangat senang karena kita semua bahu membahu memulai sebuah gerakan yang sangat pentinig hari ini yang itu untuk pengendalian pandemi,” kata Dadang Sulaeman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, yang berada di Puskesmas Tanjungsari.

Hari itu di Puskesmas Tanjungsari ada 50 orang yang ikut tes, dua di antaranya positif. Sementara itu jumlah terkonfirmasi positif di Kabupaten Sumedang sudah mencapai 3.485 orang, yang sembuh 3.316 orang. “Dan yang menyedihkan kami ada 99 orang meninggal,” ungkapnya. “Untuk semua kasus terkonfirmasi positif kami lakukan pelacakan seratus persen di Sumedang dengan melakukan PCR.” Sampai saat ini, jumlah testing epidemiologi di Kabupaten Sumedang mencapai 27 ribu.

Sama seperti di Sumedang, hari itu di Puskesmas Wanasari juga terselenggara tes swab antigen kepada 50 warga setempat. Hasilnya semua negatif. “Kami sudah melaksanakan terus untuk tracing karena mendapatkan bantuan dari BNPB dan provinsi juga, jadi gak pernah terputus untuk kontak tracing-nya. Paling sedikit kami 15 orang untuk satu kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh.

Di Puskesmas Pasir Angin sendiri berlangsung serah terima bantuan antigen oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina dan salah satu perwakilan donatur, Sumardi dari Tiara Marga Trakindo.

Sejauh ini kemampuan pelacakan kontak erat di Jawa Barat masih berkisar antara lima sampai sepuluh orang per kasus. Jika merujuk pada standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) harusnya pelacakan dan pengetesan dilakukan ke 25 orang dari satu kasus.

“Untuk meningkatkan upaya pelacakan tersebut, pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah termasuk juga donasi dari Gerakan Indonesia Kita sudah menyediakan tes antigen gratis di puskesmas-puskesmas yang ada di 27 Kabupaten/kota. Dan hasil pemeriksaan tersebut akan dicatat dan dilaporkan sebagai kasus terkonfirmasi positif sama seperti tes PCR dalam hal ini,” kata Dewi Sartika, PLT Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya.

Selain bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Organisasi non profit Center for Indonesia’s Strategic Development Initatives (CISDI) ikut membantu terlaksananya kegiatan distribusi antigen ke Jawa Barat.

Sampai sejauh ini Gerakan Sejuta Tes berhasil menghimpun dana sebanyak 4,6 miliar rupiah dan sudah mendistribusikan sebanyak 36.759 alat tes, dan masih akan ada pendistribusian gelombang berikutnya.

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: