Seratus Karyawan PT. Denapella Lestari di Tes Swab Antigen

Hampir setahun pandemi berlangsung, namun tak ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Semula kita dengar prediksi kalau akan berakhir di akhir 2020; ada yang menyebut di bulan pertama atau kedua 2021. Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, memprediksi kemungkinan pandemi berlangsung sampai 2022; Guru Besar UGM, Dedi Rosadi, memberi perkiraannya di bulan April 2021 sampai awal 2022; atau Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito lebih menekankan, kalau salah satu faktor penting pandemi terkendali jika masyarakatnya disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan.

Namun semuanya hanya kemungkinan. Yang pasti, pandemi terkendali hanya dengan dua hal: interupsi dan insiatif. Harus ada interupsi tegas dan cermat dari pemerintah untuk memperbanyak testing dengan standarisasi Oragnisasi Kesehatan Dunia (WHO), melakukan penelusuran kasus, dan menangani pasien. Perlu diingat, alat tes Covid-19 yang direkomendasikan WHO sejak september tahun lalu minimal adalah berbasis antigen.

Interupsi tadi kemudian disambut oleh insiatif masyarakatnya guna mendukung tiga hal di atas. Namanya inisiatif, masyarakat pasti melakukan secara sukarela dan mandiri, dan satu hal yang paling mungkin dilakukan dari ketiga hal itu adalah testing.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Engineering Metal Stamping & Machining Art, PT. Denapella Lestari, yang sudah berdiri sejak tahun 1995, berinisiatif melakukan testing.

Diketahui, inisiatif ini muncul setelah PT. Denapella Lestari mendapati satu orang karyawannya bergejala terinfeksi Covid-19, dan untuk tes kali ini mereka mengikuti rekomendasi WHO.

Sehingga melalui informasi dari salah seorang kerabat Indra Djauhari, owner PT. Denapella Lestari, mengenai sebuah gerakan kolektif yang bertujuan mendorong peggunaan alat tes berbasis antigen di Indonesia sebanyak mungkin, mereka pun ikut bersolidaritas mendonasikan 150 alat tes ke gerakan tersebut, Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.

Donasi dari PT. Denapella Lestari itu digunakan untuk melakukan testing kepada karyawannya.

Tanggal 15 Januari, pengetesan swab antigen mulai dilakukan kepada seratus orang karyawan. Hasilnya menunjukkan ada lima orang yang positif. Merespon hasil itu, sebagaimana prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan, nantinya kelima orang itu akan dites PCR (Polymerase Chain Reaction), sembari menjalani isolasi.

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: