Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Ikut Berdonasi ke Gerakan Sejuta Tes

Pandemi Covid-19 belum mereda, kita tahu semua sektor terdampak, tak terkecuali sektor pendidikan. Kita juga tahu salah satu ikhtiar untuk mengendalikannya ialah dengan meningkatkan pengetesan. Ini bisa dilakukan oleh siapa saja, individu maupun kelompok. Dengan ikhtiar yang sama, salah satu pesantren besar di Kabupaten Bogor yang memiliki 17 cabang di berbagai daerah di Indonesia, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining ikut terlibat ke dalam Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.

Mereka mendonasikan alat tes antigen melalui gerekan ini sebanyak 1235 tes kit atau setara dengan Rp 122.265.000. Donasi itu mereka peruntukkan buat melakukan pengetesan kepada para pengajar dan santri-santrinya.

Masuk bulan Januari, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining memang akan disibukkan dengan kedatangan santri yang pernah dipulangkan sejak awal pandemi tahun lalu. Meski begitu, mereka tidak mewajibkan bagi santrinya untuk masuk kembali ke pesantren. Hanya bagi yang benar-benar bersedia dan siap saja.

Menerima kedatangan santri, berbagai persiapan dilakukan oleh pihak pengelola, salah satunya dengan menyediakan alat tes tes antigen. “Jadi santri yang datang itu on the spot kita lakukan swab antigen, sebelum turun dari mobil sudah kita swab,” Kata Reza Teguh, kepala klinik Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Reza juga menjelaskan jikalau santri yang hasil tesnya negatif, masih akan dikaratina selama 14 hari di lokasi pesantren. Setelah itu, sebelum diijinkan beraktivitas di pesantren, mereka di swab tes antigen lagi. Bagi santri yang sejak awal terdeteksi positif, mereka akan dipulangkan kembali untuk melakukan isolasi mandiri dan disarankan untuk melaporkan ke puskesmas dekat tempat tinggalnya.

Sebagai kepala klinik, Reza-lah yang berinisiatif mencari informasi mengenai Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen. Di penghujung bulan Oktober, ia mendapatkan berita tentang peluncuran gerakan solidaritas ini. Untuk memastikan kabar berita itu, ia melakukan penulusuran dengan akun pribadinya melalui twitter. Ketemu: @sejutates, nama akun gerakan ini. “Aku kalau gambling masalah antibodi enggak banget lah yah, makanya itu kita cari lembaga yang konsen dalam kampanye antigen.”

Dengan segala risiko, ia tidak berani menggunakan antibodi untuk menerima kedatangan santri yang akan berlangsung dalam beberapa gelombang nantinya. Sehingga ketika sudah menemukan nomor telepon yang tertera di gerakan, Reza langsung menghubunginya.

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: