Konser Jazz Gunung Mewajibkan Tes Antigen

Menggelar acara, misalnya konser musik, seperti sebuah pertanda kalau orang mulai bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Akan tetapi bagaimanapun acaranya, tetap saja mematuhi protokol kesehatan adalah sesuatu yang niscaya.

12 Desember, sebuah konser musik jazz, namanya Jazz Gunung Indonesia seri Ijen –Bromo berlangsung. Seri Ijen terselenggara secara langsung jam sembilan pagi di pelataran Taman Gandrung Terakota. Sebuah taman wisata yang terletak di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, yang berada di kaki gunung Ijen, Banyuwangi. Yang membuat tempat ini ikonik adalah seribu patung penari Gandrung berdiri di sekitar taman wisata, di antara terasering persawahan, dan hijaunya pohon-pohon. Sementara konser virtual seri Bromo penayangannya melalui Youtube pukul 20.00 WIB, langsung dari Bromo.

Penyelenggara konser Jazz Gunung tahun ini menerapkan sebuah konsep Hybrid Concert, yang mana mereka memadukan sebuah konser secara langsung dan off-air di luar ruangan, kemudian ada juga yang disiarkan secara virtual.

Konser yang berlangsung off-air ialah Jazz Gunung Ijen. Penontonnya dibatasi hanya 300 orang dari kapasitas amfiteater seribu orang. Selain itu, penyelenggara menyerukan penerapan protokol kesehatan dengan 3W, yakni: wajib tes swab antigen, wajib memakai masker, dan wajib menjaga jarak.

“Jazz Gunung Indonesia Hybrid Concert adalah jawaban atas pertanyaan dari masyarakat umum bagaimana kita bisa menonton konser musik di tengah pandemi. Ini adalah terobosan cerdas bagaimana bangsa Indonesia bisa terus mengendalikan pandemi, menyelamatkan nyawa, dan sekaligus menyelamatkan ekonomi. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan mulai bangkit, karena orang tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan wisata dan menonton konser musik di ruang terbuka dengan 3 Wajib,” jelas Bagas Indyatmono, Direktur Jazz Gunung Indonesia.

Memakai masker dan menjaga jarak sudah seringkali kita dengar dan baca. Tetapi satu kewajiban yang berbeda dan paling inti dilakukan penyelenggara adalah wajib tes swab antigen.

Seluruh peserta, baik panitia, artis dan penonton melakukan registrasi, untuk kemudian bergiliran dites swab antigen. Tenaga kesehatan yang melakukan pengetesan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Tiap peserta akan menunggu hasil swab-nya sekitar 20 menit, hanya yang negatif yang boleh masuk ke dalam venue.

Alat tes antigen yang dipakai di Jazz Gunung merupakan hasil donasi dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia. Gerakan Sejuta Tes, begitu mereka meringkasnya, menyediakan 500 unit alat tes antigen bagi penyelenggaraan Jazz Gunung. Gerakan Sejuta Tes adalah gerakan solidaritas yang menghimpun donasi untuk menyediakan alat tes antigen yang murah dan aman bagi masyarakat.

Dengan berbagai protokol kesehatan yang diterapkan, terselenggaranya Jazz Gunung adalah ikhtiar untuk menemukan formula jika ingin menggelar sebuah konser di tengah pandemi.

Pada konser virtual Jazz Gunung seri Bromo dimeriahkan oleh Ring of Fire feat. Tashoora, Tohpati dan Richard Hutapea. Lalu di Jazz Gunung Ijen menampilkan Bintang Indrianto feat. Sruti Respati dan Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi.

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: