Jazz Gunung Mendonasikan 500 Alat Tes Swab Antigen untuk Perhelatan Konser

Tahun ini Jazz Gunung berlangsung di dua tempat, yakni Ijen dan Bromo yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember. Konser itu berlangsung dari jam sembilan pagi di amfiteater Taman Gandrung yang letaknya berada di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, di tengah-tengah persawahan kaki gunung Ijen, Banyuwangi, dan konser virtual langsung dari Bromo pada malam hari.

Disebabkan pandemi, panitia Jazz Gunung kali ini mengusung konsep: Hybrid Concert. Memadukan sebuah konser yang berlangsung di ruang terbuka dengan penonton yang terbatas dan ada konser yang disiarkan secara virtual melalui Youtube.

Sudah barang tentu, melaksanakan segala kegiatan di masa sekarang harus menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Sars-Cov-2. Protokol paling umum misalnya berjarak, bermasker, dan tangan tetap dijaga bersih. Tetapi bagi penyelenggara Jazz Gunung itu itu belum cukup, karena ada satu kewajiban yang harus dilakukan, yaitu pengetesan dengan alat tes swab antigen.

Swab antigen merupakan satu jenis tes cepat untuk Covid-19 yang mendeteksi bagian protein tertentu dari virus. Seperti penyebutannya, proses pengambilan sampel dari alat ini dengan teknik usap hidung ataupun tenggorokan. Tes swab antigen sangat baik apabila dilakukan pada awal gejala infeksi muncul, karena pada saat itulah jumlah virus di tubuh banyak dan kemampuan menularnya sangat tinggi.

Saat ini banyak yang menggunakan alat tes swab antigen sebagai langkah yang tepat untuk melakukan penapisan kasus Covid-19. Bahkan di beberapa negara, tes swab antigen dijadikan sebagai alat diagnosis, seperti di Filipina. Selain itu, ada Komisi Eropa yang merekomendasikan penggunaan tes swab antigen sebagai alat diagnosis melalui laporan yang mereka terbitkan pada 18 November lalu.

Salah satu upaya untuk menanggulangi pandemi tak lain memang dengan memperbanyak tes. Itulah mengapa Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia atau sering disebut Gerakan Sejuta Tes muncul, dengan maksud menyediakan alat tes yang murah dan layak demi mendorong peningkatan jumlah tes di Indonesia.

Semaksud dengan Gerakan Sejuta Tes, pihak penyelenggara Jazz Gunung pun mendonasikan 500 alat tes swab antigen yang diperuntukkan bagi para peserta Jazz Gunung: penonton, panitia dan penampil.

“Kita mendorong Gerakan Sejuta Antigen ini karena sebagaimana standar WHO untuk testing itu adalah se-per seribu per minggu. Kalau kita menghitung Indonesia sejak bulan Maret, sudah sembilan bulan, dengan asumsi 265 juta, artinya sebulan itu satu juta, jadi mestinya sampai bulan November ini kita sudah harus sembilan juta, faktanya baru enam juta,” Jelas dokter Sugeng Ibrahim, konsultan kesehatan Jazz Gunung, di akhir acara pelatihan penggunaan tes swab antigen oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi, yang diselenggarakan sehari sebelum konser.

Ia juga melihat bahwa Gerakan Sejuta Tes meruapakan jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan pengetesan oleh pemerintah. Apalagi menurutnya, tes swab antigen adalah metode pengetesan Covid-19 yang sampai sejauh ini paling mendekati akurasi dari Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). “Meskipun golden standart untuk diagnosis adalah RT- PCR, tapi yang ingin saya katakan, dari swab PCR [rapid tes antigen] ini yang diperiksa adalah antigen virus, jadi ini menjelaskan bahwa nilainya akan mendekati RT-PCR.”

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: