Swab Antigen Dulu, Mudik Kemudian

Libur natal dan tahun baru tidak lama lagi. Arus mudik bisa jadi melonjak, namun sebelumnya pemerintah sudah mengantasipasi dengan memangkas libur panjang di akhir tahun. Yang tadinya sebelas hari, kini totalnya menjadi delapan hari. Mulai libur tanggal 24 sampai 27 Desember, tiga hari selanjutnya dari tanggal 28 sampai 30 tetap hari kerja. Selanjutnya libur lagi selama empat hari.

Tetapi sebelum melakukan perjalanan liburan, perlu diingat kalau mulai 18 Desember, surat wajib pemeriksaan Covid-19 harus menggunakan swab tes antigen. Apalagi bagi mereka yang menggunakan transportasi umum untuk keluar-masuk wilayah DKI Jakarta dan Bali.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kalau penyertaan pemeriksaan swab tes antigen itu sebenarnya sudah menjadi kebijakan nasional. “Itu kan menjadi kebijakan nasional, artinya bagi maskapai, bagi yang akan membeli tiket itu diwajibkan calon penumpangnya melakukan hasil rapid,” jelasnya, dikutip dari kompas.com.

Dia melanjutkan, kalau kebijakan tersebut diperuntukkan bagi semua yang menggunakan transportasi publik baik di darat, laut, dan udara. Untuk kendaraan pribadi, belum diwajibkan.

Begitupun dengan yang akan bepergian ke Bali. Bagi yang sudah merencanakan liburan ke sana, wajib menyertakan hasil tes dengan swab tes antigen.

Bagi yang ingin ke tempat wisata di Jawa Barat dan masuk dalam kawasan zona merah, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Pangandaran, swab tes antigen wajib dilakukan, meskipun itu yang berdatangan dengan kendaraan pribadi.

Lalu apa itu swab tes antigen? Swab tes antigen merupakan alat tes cepat untuk pemeriksaan Covid-19 yang mendeteksi protein dari virus Sars-Cov-2. Ia yang paling mendekati akurasi RT-PCR – golden standard pemeriksaan Covid-19 karena langsung memeriksa RNA dari virus. Tapi ia mahal, swab tes antigen jauh lebih murah.

Sehubungan dengan penggunaan alat swab tes antigen yang lebih luas, berbagai kalangan profesional, seperti Pandu Riono, Natalia Soebagjo, Emil Salim, Gus Mus, Lola Amaria, Anita Wahid, Olga Lydia, dan masih banyak lagi, berhimpun membentuk sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia. Mereka menghimpun donasi untuk memberikan akses yang luas kepada publik terhadap swab tes antigen. Donasi itu bisa dilakukan melaui platform Kitabisa.com dan melalui Gerakan Indonesia Kita. Saat ini, donasi yang sudah terkumpul sebanyak 236 juta rupiah lebih.

Published by Arief Bobhil Paliling

amateur

Leave a Reply

%d bloggers like this: